Di Tengah Dunia yang Berantakan, Kita Masih Sibuk Membuktikan Diri
Ada sesuatu yang belakangan ini cukup mengganggu pikiran saya ketika melihat perilaku sebagian orang di media sosial. Di tengah situasi ekonomi yang semakin menekan, kesenjangan sosial yang masih menjadi persoalan, serta berbagai bencana yang terjadi di sejumlah wilayah, kita masih bisa menemukan orang-orang yang begitu bersemangat memamerkan kesibukan pekerjaannya. Seolah-olah dunia perlu tahu betapa sibuknya mereka, betapa pentingnya posisi mereka, betapa banyak urusan yang harus mereka selesaikan, dan betapa besar tanggung jawab yang berada di pundak mereka. Saya tidak sedang mempermasalahkan orang yang bekerja keras, mencintai pekerjaannya, atau ingin membagikan pencapaiannya kepada orang lain. Setiap orang berhak menikmati hasil kerja kerasnya. Tidak ada yang salah dengan merasa bangga atas sesuatu yang telah diperjuangkan. Persoalannya muncul ketika kesibukan tidak lagi sekadar menjadi bagian dari kehidupan, melainkan berubah menjadi pertunjukan tentang betapa pentingnya diri...